Indramayu memang kaya raya, wajar kalau ada yang mengatakan,
“Indramayu bisa lebih makmur daripada Brunai.”
Bisa dilihat dengan mata telanjang, untaian lahan pertanian terbentang
dari ujung timur sampai perbatasan barat, hutan belantara membahana di selatan
dan polesan air asin di sepanjang 114 km bibir pantai utara menghampar potensi
perikanan dan kelautan yang tiada tandingan.
Karunia Illahi bukan hanya sebatas itu, di bagian dalam perut Bumi Wiralodra
tersesat kumpulan-kumpulan minyak mentah dan gas alam yang tidak sedikit.
Hal terakhir ini dikuak pada Seminar Sehari tentang Keterlibatan
Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Minyak dan Gas pada Era Otonomi Daerah di
Jawa Barat, tanggal 29 Nopember 2001 di Sasana Budaya ganesha – ITB Bandung.
Seminar ini
memaparkan hasil penelitian LPM-ITB bekerjasama dengan Dinas Pertambangan dan
Energi Propinsi Jawa Barat tentang Identifikasi dan Inventarisasi Sumberdaya
Alam Minyak dan Gas di Propinsi Jawa Barat.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka posisi Indramayu diantara
daerah penghasil minyak di Propinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :
NO.
|
WILAYAH |
CADANGAN MINYAK TIDAK BISA DIAMBIL
|
PRODUKSI KOMULATIF S/D 01-01-01
|
CADANGAN TERSISA
|
TOTAL
(MSTB)
|
|||
MSTB
|
%
|
MSTB
|
%
|
MSTB
|
%
|
|||
1
|
Propinsi Jawa Barat
(lepas pantai)
|
889.040
|
69
|
391.418
|
30
|
15.548
|
1
|
1.306.006
|
2
|
Indramayu
|
762.575
|
81
|
128.225
|
14
|
48.721
|
5
|
939.521
|
3
|
Karawang
|
190.531
|
59
|
112.751
|
35
|
19.728
|
6
|
323.010
|
4
|
Majalengka
|
79.857
|
69
|
1.923
|
3
|
16.101
|
28
|
57.881
|
5
|
Subang
|
2.315
|
42
|
528
|
10
|
2.709
|
48
|
5.552
|
6
|
Bekasi
|
2.898
|
70
|
371
|
9
|
874
|
21
|
4.143
|
Tabel di atas menggambarkan betapa besarnya potensi minyak di
Kabupaten Indramayu sekalipun hanya menduduki peringkat kedua setelah kawasan
lepas pantai yang menjadi bagian dari Propinsi Jawa Barat, yaitu sebanyak
939.521 MSTB. Produksi komulatif
eksplorasi minyak di Kabupaten Indramayu sampai dengan tanggal 1 Januari 2001
telah mencapai 128.225 MSTB (30 %) dan cadangan tersisa yang masih bisa diambil
hanya 48.721 MSTB (5 %) lagi. Sedangkan
sisanya (81 %) merupakan potensi minyak yang tidak dapat diambil.
Bila tidak ditemukan ladang minyak yang baru, maka cadangan minyak
Kabupaten Indramayu yang dapat diambil ini (5 %) masih akan bisa ekonomis
sampai dengan tahun 2040. Sedangkan
cadangan minyak yang tidak dapat diambil (81 %) akan dapat didayagunakan
apabila menggunakan teknologi baru seperti injeksi gas untuk mendorong kumpulan
cadangan minyak yang terperangkap ataupun injeksi mikroorganisma yang dapat
melepaskan minyak dari ikatan-ikatan yang menghalangi.
Keberhasilan teknologi injeksi dalam mendayagunakan cadangan minyak
tak dapat diambil ini bisa mencapai 90 %, namun sampai saat ini kedua teknologi
tersebut masih sangat mahal sehingga untuk menggunakannya diperlukan kajian
ekonomi lebih lanjut. Namun demikian di
masa yang akan datang bukan tidak mungkin akan dihasilkan teknologi baru yang
lebih ekonomis.
Sedangkan posisi Kabupaten Indramayu diantara daerah penghasil gas
yang lain adalah sebagai berikut :
NO.
|
WILAYAH |
CADANGAN GAS TIDAK BISA DIAMBIL
|
PRODUKSI KOMULATIF S/D 01-01-01
|
CADANGAN TERSISA
|
TOTAL
(MMSCF)
|
|||
MMSCF
|
%
|
MMSCF
|
%
|
MMSCF
|
%
|
|||
1
|
Indramayu
|
341.718
|
24
|
550.764
|
39
|
536.263
|
37
|
1.428.745
|
2
|
Karawang
|
145.167
|
22
|
208.153
|
32
|
297.312
|
46
|
650.662
|
3
|
Subang
|
114.212
|
24
|
101.101
|
21
|
267.073
|
55
|
482.386
|
4
|
Majalengka
|
44.855
|
25
|
46.194
|
27
|
84.770
|
48
|
175.819
|
5
|
Propinsi Jawa Barat
(lepas pantai)
|
582
|
37
|
694
|
43
|
314
|
20
|
1.590
|
Berdasarkan tabel di atas maka potensi gas di Kabupaten Indramayu
menduduki peringkat teratas, yaitu sebanyak 1.428.745 MMSCF. Produksi komulatif eksplorasi gas di
Kabupaten Indramayu sampai dengan tanggal
1 Januari 2001 telah mencapai 550.764 MMSCF (39 %) dan cadangan tersisa
yang masih bisa diambil 536.263 (37 %) lagi.
Sedangkan sisanya (24 %) merupakan potensi minyak yang tidak dapat
diambil.
Seperti halnya minyak, cadangan gas di Kabupaten Indramayu ini bila
tanpa temuan ladang gas tambahan dan penggunaan teknologi tinggi, akan dapat
bertahan sampai 40 tahun mendatang (tahun 2040).
Informasi potensi minyak dan gas di Kabupaten Indramayu ini
diperoleh dari 12 lapangan pengeboran, yaitu :
1.
Gantar Selatan
2.
Cemara Barat
3.
Cemara Timur
4.
Gantar
5.
Pasircatang
6.
Sambidoyong
|
7.
Waled Utara
8.
Kandanghaur Barat
9.
Kandanghaur Timur
10.
Sindang
11.
Tugu Barat
12.
Jatibarang
|
Potensi minyak dan gas terbanyak terdapat di Jatibarang, Cemara
Selatan dan Pasircatang. Kebanyakan
jenis hidrokarbonnya adalah minyak dan gas campuran yang terperangkap dalam
sasar, lipatan dan patahan pada batupasir, batu gamping dan konglomerasi.
Yang dipaparkan ini hanya sebagian dari potensi minyak dan gas yang
ada di Indramayu. Masih banyak yang
terlewat, seperti lapangan pengeboran berpotensi tinggi di Sukra misalnya
ataupun 7 sumur lepas pantai dekat Pulau Biawak yang masih masuk wilayah lepas
pantai Indramayu.
Indramayu memang subur namun harus kerja lembur karena lebih dari 50
% masyarakatnya masih belum menyentuh standar minimal hidup makmur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar